Keeping the Faith Eternally…

living life to love and faith…

Manusia dan Harapan June 12, 2010

Filed under: Blog Post,Campus Thingy,IBD — agnespark @ 14:03

-         Pengertian Harapan

Semua orang memiliki harapan. Manusia tanpa harapan, sama saja dengan manusia yang mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal saja pasti punya harapan, biasanya berupa wasiat / pesan-pesan terakhir untuk orang terdekatnya.

Harapan tergantung pada pengalaman, pengetahuan, lingkungan hidup dan kemampuan masing – masing individu. Berhasil atau tidaknya harapan diwujudkan amat sangat bergantung pada si yang memiliki harapan tersebut, seberapa kuat keinginannya dan usahanya dalam rangka menggapai harapannya tersebut.

Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan kepada diri sendiri maupun kepercayaan kepada Tuhan YME.

Harapan berasal dari kata harap yang berarti keingan supaya sesuatu terjadi, sehungga harapan berarti sesuatu yang diinginkan terjadi. Dengan demikian harapn menyangkut masa depan.

-         Kepercayaan

Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.

Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain. Kebenaran pengetahuan yag didasarkan atas orang lain itu disebabkan karena orang lain tersebut dapat dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi masalahnya, melainkan orang yang memberitahukan hal tersebut bisa dipercaya atau tidak. Pengetahuan yang diteruma dari orang laina tas kewibawaannya itu disebut kepercayaan. Makin besar kewibawaan yang memberitahu maka berita itu akan makin besar dipercaya.

-        Harapan Terakhir

Harapan terakhir adalah harapan yang dimiliki oleh seseorang yang biasanya akan mengakhiri hidupnya, atau seseorang yang akan pergi meninggalkan tempat dimana dia selama ini dia tinggal berikut dengan teman-temannya. Biasanya harapan terakhir adalah hal yang ingin dilakukan tapi karena berbagai hal tidak bisa tercapai.

 

Manusia dan Pandangan Hidup June 12, 2010

Filed under: Blog Post,IBD — agnespark @ 13:12

- ­­­­­­Pengertian Pandangan Hidup

Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadika pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

Pandangan hidup dapat di klasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu :

  1. Pandangan hidup yang berasal dari agama, yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
  2. Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut
  3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya

- Cita – cita

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, cita – cita diartikan sebagai keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan maupun tujuan merupakan apa yang ingin didapatkan oleh seseorang di masa yang akan datang. Dengan kata lain, cita-cita adalah pandangan masa depan, merupakan pandangana hidup yang akan datang.

Dituliskan bahwa cita-cita yang belum atau tidak mungkin tersampai disebut angan-angan, tetapi saya tidak berpendapat demikian karena angan-angan bisa berkonotasi dengan imajinasi. Saya percaya di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, karena itu kita bebas bercita-cita, yang terpenting adalah seberapa jauh usaha kita dalam berusaha mewujudkan cita-cita atau keinginan kita tersebut.

Faktor yang mempengaruhi tercapainya cita-cita antara lain:

  1. Faktor manusia, sejauh mana kita berusaha, sebaik apa kualitas diri kita dan usaha kita dalam meningkatkan kualitas diri kita agar pantas meraih cita-cita kita tersebut
  2. Faktor kondisi, pasti ada saat-saat dimana kondisi disekitar kita tidak mendukung. Di saat seperti itu yang harus kita lakukan adalah bertahan dan percaya bahwa semua ini akan berlalu dan kita bisa mencapai apa yang kita inginkan. Jangan lupa berdoa, meminta bantuan Tuhan.
  3. Faktor tinggi nya cita-cita…. tapi saya percaya jika kita berkemauan kuat, semua itu pasti bisa tercapai selama Tuhan juga menghendaki.

- Kebajikan

Kebajikan adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan berarti berkata sopan, santun, berbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah tamah terhadap siapapun, berpakaian sopan agar tidak merangsang yang melihatnya.

Baik buruk, kebajikan dan ketidakbijakan menimbulkan daya kreatifitas bagi seniman. Banyak hasil seni lahir dari imajinasi kebajikan dan ketidakbajikan.

Namun ada pula kebajikan semu, yaitu kejahatan yang berselubung kebajikan. Kebajikan semu ini sangat berbahaya, karena pelakunya orang-orang munafik, yang bermaksud mencari keuntungan diri sendiri.

Faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang antara lain hereditas (bawaan), lingkungan dan pengalaman hidup pribadi.

- Etika

Etika (Yunani Kuno: “ethikos”, berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.[rujukan?]

Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.

Secara metodologi tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.

Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika).

source  :  buku IBD + wikipedia

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.